Bahasa yang Berubah: Persilangan Digital dan Slang Generasi
- Vigor Action
- Jan 6
- 2 min read
Bahasa terus berevolusi, didorong oleh dua kekuatan utama saat ini: campuran bahasa (language mixing) dan slang yang serba cepat dari generasi muda. Penelitian menunjukkan bahwa di era media sosial dan ponsel pintar, keduanya terhubung erat, memungkinkan kaum muda memadukan kata dan aturan dari berbagai bahasa untuk menciptakan gaya bicara unik mereka.

Fenomena pencampuran bahasa bukanlah hal baru. Ini adalah cara alami bagi masyarakat multibahasa mengekspresikan identitas kompleks mereka, seperti peralihan antara Inggris dan Spanyol (Spanglish) atau Inggris dan bahasa lokal lainnya (Singlish). Ini menciptakan cara berkomunikasi yang efisien dalam komunitas mereka.
Kini, komunikasi digital—seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp—telah mempercepat proses ini secara masif. Internet menjadi wadah global tempat kaum muda mengambil kata-kata asing, terutama bahasa Inggris, memadukannya dengan bahasa lokal, dan menciptakan slang baru. Kunci dari percakapan daring ini adalah jalan pintas: kalimat super pendek, satu kata sebagai respons penuh, dan penggunaan meme/emoji yang intensif. Frasa seperti "IYKYK" (If You Know, You Know) dan "She ate and left no crumbs 💅" memberikan pujian atau makna yang kompleks dengan kata yang minim.
Namun, cara bicara baru yang dibangun di atas campuran dan pemotongan kata ini menciptakan jurang pemisah antargenerasi. Ketergantungan pada slang singkat dan sarat konteks sering kali membuat bingung mereka yang tidak "mengerti". Bagi orang tua atau guru, pesan yang padat mungkin terasa seperti omong kosong yang membingungkan.
Jalur perubahan ini mengikuti pola yang jelas: Kontak (pertemuan bahasa), Kode (penciptaan aturan baru secara daring), Komunitas (kode baru yang mendefinisikan generasi), dan akhirnya Kebingungan (kesalahpahaman dengan pihak luar).
Evolusi cepat bahasa campuran dan slang ini adalah tanda kuat identitas budaya bagi kaum muda. Memahami fenomena ini bukan tentang menilai apakah bahasa baru ini "baik" atau "buruk", melainkan melihat bagaimana komunikasi berubah dan mengapa kesenjangan antargenerasi ini muncul di dunia kita yang semakin digital dan global.
Jika Anda juga mengalami situasi "Lost in Translation" dalam evolusi komunikasi, kontak kami dan mari diskusi untuk solusi.




Comments